organisasi adalah sebuah tempat berkumpulnya orang yang terdapat kesamaan dalam visi misi dari tujuan untuk meraih masa depan yang diharapkan agar tercapai dengan hasil yang maksimal.
seorang pemimpin tidak hanya diperlukan sebuah gelar untuk memperkeruh aliansi pencalonan, tapi harus mempunyai sifat sosial yang tinggi, loyalitas, tegas, dan harus bisa memanajemen kondisi dalam organisasi itu sendiri.
tak sedikit para pemimpin yang hanya nmengandalkan sebuah ketenaran, sebuah gelar...tetapi kerja cara ia memanaj kurang baik...itu bukan suatu kesalahan, tapi bentuk dari ketidaksiapan ia dalam memimpin sebuah organisasi itu seniri.
banayk hal yang perlu dalam jiwa seorang pemimpin, yang tak hanya bisa berpidato diatas mimbar, yang bisa melobi rekan luarnya...tapi mengerti keadaan organisasi sendiri, karena di mulai dari sana, kita akan bisa maju untuk kedepannya..
Tampilkan postingan dengan label Belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar. Tampilkan semua postingan
Kamis, 19 Maret 2009
Sabtu, 31 Mei 2008
belajar c++
Dalam sebuah proses program, biasanya terdapat kode penyeleksian kondisi,
kode pengulangan program, atau kode untuk pengambilan keputusan. Untuk
tujuan tersebut, C++ memberikan berbagai kemudahan dalam sintaknya.
Terdapat sebuah konsep, yakni Blok Instruksi. Sebuah blok dari instruksi
merupakan sekelompok instruksi yang dipisahkan dengan tanda semicolon (;) dan
berada diantara tanda { dan }.
Untuk Blok Instruksi, penggunaan tanda { dan } boleh ditiadakan. Dengan
syarat, hanya pernyataan tunggal yang akan dilaksanakan oleh blok instruksi.
Apabila pernyataan yang dijalankan lebih dari satu, maka tanda { dan } wajib
disertakan.
1. SELEKSI KONDISIONAL ( if …else…)
Format penulisannya :
if (kondisi) pernyataan;
kondisi adalah ekspresi yang akan dibandingkan. Jika kondisi bernilai
benar, maka pernyataan akan dijalankan. Namun, jika kondisi bernilai
salah, maka pernyataan akan diabaikan.
Contoh pernyataan berikut akan menampilkan tulisan x adalah 100 apabila x
bernilai 100:
if (x==100)
cout << “x adalah 100”;
Jika menginginkan lebih dari sebuah pernyataan yang dijalankan, ketika
kondisi terpenuhi maka blok instruksi harus menyertakan tanda { dan }.
if (x==100)
{
cout << “x adalah ”;
cout << x;
}
Bila menginginkan sesuatu dijalankan ketika kondisi tidak terpenuhi, dapat
ditambahkan keyword else.
Sintaknya adalah :
15
if (kondisi)
pernyataan1;
else
pernyataan2;
Contoh :
if (x==100)
cout <<”x adalah 100”;
else
cout <<”x bukan 100”;
Pernyataan if…else… dapat terdiri dari beberapa else. Pada contoh berikut,
program akan memberikan jawaban terhadap inputan data, apakah berupa nilai
positif, negative atau nol :
if (x>0)
cout<<”positive”;
else if (x<0)
cout<<”negative”;
else
cout<<”x adalah 0”;
2. PERULANGAN (loops)
Sebuah atau beberapa pernyataan akan dijalankan secara berulang-ulang,
selama kondisi terpenuhi.
o Perulangan dengan while
Sintaknya adalah :
while (kondisi) pernyataan;
pernyataan akan dijalankan selama ekspresi bernilai true.
Contoh :
16
Di layar akan tampil :
Masukkan angka untuk mulai : 4
4, 3, 2, 1, STOP!
Algoritma untuk perulangan di atas adalah sebagai berikut :
1. User menginputkan sebuah nilai ke variable n.
2. Pernyataan while akan melakukan pengecekan apakah (n>0) ?.
Dalam kondisi ini, terdapat 2 kemungkinan :
a. true : lakukan pernyataan (langkah 3)
b. false : lompati pernyataan (lanjutkan ke langkah 5..)
3. Lakukan perintah :
cout << n << “, “;
--n;
(cetak n ke layar, dan turunkan 1 nilai n)
4. Akhiri blok. Kembali lagi ke langkah 2..
5. Lanjutkan program setelah blok while. Cetak STOP! Dan
akhiri program.
o Perulangan dengan do…while
Sintaknya :
do pernyataan while (kondisi);
//hitungan mundur menggunakan while
#include
int main()
{
int n;
cout<<”Masukkan angka untuk mulai : ”;
cin>>n;
while (n>0)
{
cout << n << “, “;
--n;
}
cout <<”STOP!”;
return 0;
}
17
Konsep do…while mirip dengan while. Namun pernyataan akan
dijalankan terlebih dahulu sebelum pengecekan kondisi. Untuk
lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut:
Akan tampil :
Masukkan nomor (tekan 0 untuk mengakhiri) : 67
Anda memasukkan angka : 67
Masukkan nomor (tekan 0 untuk mengakhiri) : 12
Anda memasukkan angka : 12
Masukkan nomor (tekan 0 untuk mengakhiri) : 0
Anda memasukkan angka : 0
o Perulangan dengan for
Sintaknya :
for (inisialisasi; kondisi; counter) pernyataan;
Pernyataan akan diulangi jika kondisi bernilai true. Sama
seperti perulangan dengan while. Namun for menetapkan
inisialisasi dan penaikan berada dalam ( dan ).
//sampai penekanan 0
#include
int main()
{
unsigned long n;
do {
cout << “Masukkan nomor (tekan 0 untuk mengakhiri) : “;
cin>>n;
cout<<”Anda memasukkan angka : ” < } while (n!=0);
return 0;
}
18
Penjelasannya adalah sebagai berikut:
1. Inisialisasi: akan dieksekusi. Biasanya merupakan variable
yang akan dipakai sebagai counter atau pencacah. Bagian ini
akan dieksekusi hanya sekali.
2. Kondisi: akan diperiksa, jika bernilai true maka perulangan
akan dilanjutkan dan jika bernilai false maka perulangan akan
dilewati.
3. Pernyataan: akan dieksekusi. Biasanya dapat terdiri dari
sebuah instruksi atau blok instruksi yang berada di antara { dan
}.
4. Terakhir, apapun perintah dalam counter akan dijalankan dan
kemudian perulangan kembali lagi ke langkah 2.
Contoh :
Hasilnya adalah :
10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1, STOP!
Inisialisasi dan Counter adalah optional atau dapat ditiadakan.
Namun tidak demikian dengan tanda semicolon (;). Misalnya kita
dapat menuliskan: for(;n<10;) jika tanpa inisialisasi dan tanpa
penaikan, atau for(;n<10;n++) jika tanpa inisialisasi namun tetap
menggunakan penaikan.
// hitungan mundur dengan for
#include
int main()
{
for(int n=10; n>0;n--)
{ cout< }
cout<<”STOP!”;
return 0;
}
19
Nested Loops (Perulangan Bertumpuk)
Perulangan bertumpuk secara sederhana dapat diartikan : terdapat satu atau
lebih loop di dalam sebuah loop. Banyaknya tingkatan perulangan, tergantung dari
kebutuhan.
Biasanya, nested loops digunakan untuk membuat aplikasi matematika yang
menggunakan baris dan kolom. Loop luar, biasanya digunakan untuk
mendefinisikan baris. Sedangkan loop dalam, digunakan untuk mendefinisikan
kolom.
Contoh:
for(int baris = 1; baris <= 4; baris++)
{
for (int kolom = 1; kolom <= 5; kolom++)
{
cout< }
cout< }
Penjelasan program:
Perulangan akan menghasilkan nilai sebagai berikut :
baris =1 ; kolom = 1; cetak 1
kolom = 2; cetak 2
kolom = 3; cetak 3
kolom = 4; cetak 4
kolom = 5 ; cetak 5
ganti baris !
baris =2 ; kolom = 1; cetak 1
kolom = 2; cetak 2
kolom = 3; cetak 3
kolom = 4; cetak 4
kolom = 5 ; cetak 5
ganti baris !
20
baris =3 ; kolom = 1; cetak 1
kolom = 2; cetak 2
kolom = 3; cetak 3
kolom = 4; cetak 4
kolom = 5 ; cetak 5
ganti baris !
baris =4 ; kolom = 1; cetak 1
kolom = 2; cetak 2
kolom = 3; cetak 3
kolom = 4; cetak 4
kolom = 5 ; cetak 5
ganti baris !
selesai.
Dan di layar akan muncul hasil dengan bentuk matrik sebagai berikut:
1 2 3 4 5
1 2 3 4 5
1 2 3 4 5
1 2 3 4 5
Tambahan :
• perintah break
break berfungsi untuk keluar dari loop, walaupun kondisinya belum
seluruhnya terpenuhi. Biasanya, perintah ini digunakan untuk memaksa
program keluar dari loop. Contoh berikut akan berhenti menghitung sebelum
terhenti secara normal.
21
for (int n=10; n>0;n--)
{
cout< if (n==3)
{
cout<<"penghitungan dihentikan !";
break;
}
}
dan di layar akan tampak hasil sebagai berikut :
10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, penghitungan dihentikan !
• perintah continue
perintah ini akan melewati satu iterasi yang sesuai dengan syarat tertentu, dan
melanjutkan ke iterasi berikutnya.
Contoh:
for (int n=10; n>0;n--)
{
if (n==5) continue;
cout< }
cout<<"STOP !";
dan di layar akan muncul :
10, 9, 8, 7, 6, 4, 3, 2, 1, STOP !
Struktur Selektif dengan switch
Logika menggunakan switch sama dengan menggunakan perintah if yang telah
dijelaskan sebelumnya.
Sintaknya adalah :
22
switch (pilihan)
{
case nilai1 :
blok pernyataan 1
break;
case nilai2 :
blok pernyataan 2
break;
-
-
-
default :
blok pernyataan default
}
Cara kerjanya:
1. switch akan mengevaluasi pilihan dan apabila isinya sama dengan nilai1,
maka blok pernyataan 1 akan dijalankan sampai menemukan perintah
break untuk kemudian keluar dari blok switch.
2. Bila pilihan tidak sama isinya dengan nilai1, maka akan dicocokkan lagi
dengan nilai2. dan apabila isinya sama dengan nilai2, maka blok
pernyataan 2 akan dijalankan sampai menemukan perintah break untuk
kemudian keluar dari blok switch.
3. Terakhir, apabila isi pilihan tidak sesuai dengan nilai1, nilai2 dan
seterusnya maka secara otomatis yang dijalankan adalah blok pernyataan
default.
Contoh (kedua penggalan program memiliki arti yang sama) :
contoh switch contoh if
switch (x) {
case 1:
cout<<”x adalah 1”;
break;
case 2:
cout<<”x adalah 2”;
break;
default:
cout<<”tidak teridentifikasi”;
}
if (x==1) {
cout<<”x adalah 1”;
}
else if(x==2) {
cout<<”x adalah 2”;
}
else {
cout<<”tidak teridentifikasi”;
}
23
Sedangkan untuk program yang memiliki beberapa nilai pilihan, maka dapat
ditulis seperti contoh berikut:
switch (x) {
case 1:
case 2:
case 3:
cout<<”x = 1, 2 atau 3”;
break;
default:
cout<<”x tidak sama dengan 1, 2 atau 3 ”;
}
kode pengulangan program, atau kode untuk pengambilan keputusan. Untuk
tujuan tersebut, C++ memberikan berbagai kemudahan dalam sintaknya.
Terdapat sebuah konsep, yakni Blok Instruksi. Sebuah blok dari instruksi
merupakan sekelompok instruksi yang dipisahkan dengan tanda semicolon (;) dan
berada diantara tanda { dan }.
Untuk Blok Instruksi, penggunaan tanda { dan } boleh ditiadakan. Dengan
syarat, hanya pernyataan tunggal yang akan dilaksanakan oleh blok instruksi.
Apabila pernyataan yang dijalankan lebih dari satu, maka tanda { dan } wajib
disertakan.
1. SELEKSI KONDISIONAL ( if …else…)
Format penulisannya :
if (kondisi) pernyataan;
kondisi adalah ekspresi yang akan dibandingkan. Jika kondisi bernilai
benar, maka pernyataan akan dijalankan. Namun, jika kondisi bernilai
salah, maka pernyataan akan diabaikan.
Contoh pernyataan berikut akan menampilkan tulisan x adalah 100 apabila x
bernilai 100:
if (x==100)
cout << “x adalah 100”;
Jika menginginkan lebih dari sebuah pernyataan yang dijalankan, ketika
kondisi terpenuhi maka blok instruksi harus menyertakan tanda { dan }.
if (x==100)
{
cout << “x adalah ”;
cout << x;
}
Bila menginginkan sesuatu dijalankan ketika kondisi tidak terpenuhi, dapat
ditambahkan keyword else.
Sintaknya adalah :
15
if (kondisi)
pernyataan1;
else
pernyataan2;
Contoh :
if (x==100)
cout <<”x adalah 100”;
else
cout <<”x bukan 100”;
Pernyataan if…else… dapat terdiri dari beberapa else. Pada contoh berikut,
program akan memberikan jawaban terhadap inputan data, apakah berupa nilai
positif, negative atau nol :
if (x>0)
cout<<”positive”;
else if (x<0)
cout<<”negative”;
else
cout<<”x adalah 0”;
2. PERULANGAN (loops)
Sebuah atau beberapa pernyataan akan dijalankan secara berulang-ulang,
selama kondisi terpenuhi.
o Perulangan dengan while
Sintaknya adalah :
while (kondisi) pernyataan;
pernyataan akan dijalankan selama ekspresi bernilai true.
Contoh :
16
Di layar akan tampil :
Masukkan angka untuk mulai : 4
4, 3, 2, 1, STOP!
Algoritma untuk perulangan di atas adalah sebagai berikut :
1. User menginputkan sebuah nilai ke variable n.
2. Pernyataan while akan melakukan pengecekan apakah (n>0) ?.
Dalam kondisi ini, terdapat 2 kemungkinan :
a. true : lakukan pernyataan (langkah 3)
b. false : lompati pernyataan (lanjutkan ke langkah 5..)
3. Lakukan perintah :
cout << n << “, “;
--n;
(cetak n ke layar, dan turunkan 1 nilai n)
4. Akhiri blok. Kembali lagi ke langkah 2..
5. Lanjutkan program setelah blok while. Cetak STOP! Dan
akhiri program.
o Perulangan dengan do…while
Sintaknya :
do pernyataan while (kondisi);
//hitungan mundur menggunakan while
#include
int main()
{
int n;
cout<<”Masukkan angka untuk mulai : ”;
cin>>n;
while (n>0)
{
cout << n << “, “;
--n;
}
cout <<”STOP!”;
return 0;
}
17
Konsep do…while mirip dengan while. Namun pernyataan akan
dijalankan terlebih dahulu sebelum pengecekan kondisi. Untuk
lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut:
Akan tampil :
Masukkan nomor (tekan 0 untuk mengakhiri) : 67
Anda memasukkan angka : 67
Masukkan nomor (tekan 0 untuk mengakhiri) : 12
Anda memasukkan angka : 12
Masukkan nomor (tekan 0 untuk mengakhiri) : 0
Anda memasukkan angka : 0
o Perulangan dengan for
Sintaknya :
for (inisialisasi; kondisi; counter) pernyataan;
Pernyataan akan diulangi jika kondisi bernilai true. Sama
seperti perulangan dengan while. Namun for menetapkan
inisialisasi dan penaikan berada dalam ( dan ).
//sampai penekanan 0
#include
int main()
{
unsigned long n;
do {
cout << “Masukkan nomor (tekan 0 untuk mengakhiri) : “;
cin>>n;
cout<<”Anda memasukkan angka : ” <
return 0;
}
18
Penjelasannya adalah sebagai berikut:
1. Inisialisasi: akan dieksekusi. Biasanya merupakan variable
yang akan dipakai sebagai counter atau pencacah. Bagian ini
akan dieksekusi hanya sekali.
2. Kondisi: akan diperiksa, jika bernilai true maka perulangan
akan dilanjutkan dan jika bernilai false maka perulangan akan
dilewati.
3. Pernyataan: akan dieksekusi. Biasanya dapat terdiri dari
sebuah instruksi atau blok instruksi yang berada di antara { dan
}.
4. Terakhir, apapun perintah dalam counter akan dijalankan dan
kemudian perulangan kembali lagi ke langkah 2.
Contoh :
Hasilnya adalah :
10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1, STOP!
Inisialisasi dan Counter adalah optional atau dapat ditiadakan.
Namun tidak demikian dengan tanda semicolon (;). Misalnya kita
dapat menuliskan: for(;n<10;) jika tanpa inisialisasi dan tanpa
penaikan, atau for(;n<10;n++) jika tanpa inisialisasi namun tetap
menggunakan penaikan.
// hitungan mundur dengan for
#include
int main()
{
for(int n=10; n>0;n--)
{ cout<
cout<<”STOP!”;
return 0;
}
19
Nested Loops (Perulangan Bertumpuk)
Perulangan bertumpuk secara sederhana dapat diartikan : terdapat satu atau
lebih loop di dalam sebuah loop. Banyaknya tingkatan perulangan, tergantung dari
kebutuhan.
Biasanya, nested loops digunakan untuk membuat aplikasi matematika yang
menggunakan baris dan kolom. Loop luar, biasanya digunakan untuk
mendefinisikan baris. Sedangkan loop dalam, digunakan untuk mendefinisikan
kolom.
Contoh:
for(int baris = 1; baris <= 4; baris++)
{
for (int kolom = 1; kolom <= 5; kolom++)
{
cout<
cout<
Penjelasan program:
Perulangan akan menghasilkan nilai sebagai berikut :
baris =1 ; kolom = 1; cetak 1
kolom = 2; cetak 2
kolom = 3; cetak 3
kolom = 4; cetak 4
kolom = 5 ; cetak 5
ganti baris !
baris =2 ; kolom = 1; cetak 1
kolom = 2; cetak 2
kolom = 3; cetak 3
kolom = 4; cetak 4
kolom = 5 ; cetak 5
ganti baris !
20
baris =3 ; kolom = 1; cetak 1
kolom = 2; cetak 2
kolom = 3; cetak 3
kolom = 4; cetak 4
kolom = 5 ; cetak 5
ganti baris !
baris =4 ; kolom = 1; cetak 1
kolom = 2; cetak 2
kolom = 3; cetak 3
kolom = 4; cetak 4
kolom = 5 ; cetak 5
ganti baris !
selesai.
Dan di layar akan muncul hasil dengan bentuk matrik sebagai berikut:
1 2 3 4 5
1 2 3 4 5
1 2 3 4 5
1 2 3 4 5
Tambahan :
• perintah break
break berfungsi untuk keluar dari loop, walaupun kondisinya belum
seluruhnya terpenuhi. Biasanya, perintah ini digunakan untuk memaksa
program keluar dari loop. Contoh berikut akan berhenti menghitung sebelum
terhenti secara normal.
21
for (int n=10; n>0;n--)
{
cout<
{
cout<<"penghitungan dihentikan !";
break;
}
}
dan di layar akan tampak hasil sebagai berikut :
10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, penghitungan dihentikan !
• perintah continue
perintah ini akan melewati satu iterasi yang sesuai dengan syarat tertentu, dan
melanjutkan ke iterasi berikutnya.
Contoh:
for (int n=10; n>0;n--)
{
if (n==5) continue;
cout<
cout<<"STOP !";
dan di layar akan muncul :
10, 9, 8, 7, 6, 4, 3, 2, 1, STOP !
Struktur Selektif dengan switch
Logika menggunakan switch sama dengan menggunakan perintah if yang telah
dijelaskan sebelumnya.
Sintaknya adalah :
22
switch (pilihan)
{
case nilai1 :
blok pernyataan 1
break;
case nilai2 :
blok pernyataan 2
break;
-
-
-
default :
blok pernyataan default
}
Cara kerjanya:
1. switch akan mengevaluasi pilihan dan apabila isinya sama dengan nilai1,
maka blok pernyataan 1 akan dijalankan sampai menemukan perintah
break untuk kemudian keluar dari blok switch.
2. Bila pilihan tidak sama isinya dengan nilai1, maka akan dicocokkan lagi
dengan nilai2. dan apabila isinya sama dengan nilai2, maka blok
pernyataan 2 akan dijalankan sampai menemukan perintah break untuk
kemudian keluar dari blok switch.
3. Terakhir, apabila isi pilihan tidak sesuai dengan nilai1, nilai2 dan
seterusnya maka secara otomatis yang dijalankan adalah blok pernyataan
default.
Contoh (kedua penggalan program memiliki arti yang sama) :
contoh switch contoh if
switch (x) {
case 1:
cout<<”x adalah 1”;
break;
case 2:
cout<<”x adalah 2”;
break;
default:
cout<<”tidak teridentifikasi”;
}
if (x==1) {
cout<<”x adalah 1”;
}
else if(x==2) {
cout<<”x adalah 2”;
}
else {
cout<<”tidak teridentifikasi”;
}
23
Sedangkan untuk program yang memiliki beberapa nilai pilihan, maka dapat
ditulis seperti contoh berikut:
switch (x) {
case 1:
case 2:
case 3:
cout<<”x = 1, 2 atau 3”;
break;
default:
cout<<”x tidak sama dengan 1, 2 atau 3 ”;
}
Senin, 17 Maret 2008
Belajar berorganisasi
Sebuah karya dalam seni membuat kita semakin gemes saat karya tersebut membuat orang lain kagum terhadapnya. Belajar berorganisasi tidak hanya ada dalam struktur yang legal di mata hukum, tetapi bisa dalam semua aspek yang muatan didalamnya terdapat jalur sebuah perintah yang tersusun. Seperti contoh dalam bidang event yang formal atupun semiformal sekalian, asalkan jalur kerjanya yang sesuai dengan dimana posisi itu berada. Organisasai terkadang dibuat menjadi sebuah ladang usaha bagi oknum yang tidak beradab, padahal sudah jelas bahwa arti organisasi itu sendiri ialah sekelompok orang yang saling bekerja sama dan bersosialisasi satu sama lain, mempunyai Visi Misi yang sama, untuk mencapai tujuan yang sama demi kesejahteraan anggota-anggotanya. Tak sedikit orang yang memanfaatkan organisasi dijadikan tambahan buat sakunya sendiri.
Hal demikian adalah penyebab suatu Organisasi tidak berjalan dengan sempurna atau bisa dikatakan "amburasut". Semestinya sebuah organisasi jangan disamakan dengan sebuah'GAPENSI,GAPEKNAS,CV,atau PT yang bisa meraih sebuah tender dari kegiatan yang menyangkut kemajuan Organisasi. Hal lain yang membuat suatu Organisasi menjadi kacau yaitu, ketidakprofesionalan dari sang pemegang jabatan akan tugasnya. Terkadang kerjaan yang bukan tugasnya selalu dia kerjakan, padahal kerjaan yang seharusnya dia kerjakan malah dia tidak kerjakan.
Ironis sich.. tapi kenyataan yang terjadi dilapangan seperti itu adanya. Namun apa kita mau membiarkan itu terjadi??sehingga Organisasi yang kita duduki tidak berfungsi sebagaimana mestinya?...
Oleh karena itu, hal yang paling harus diperhatikan bila kita ingin berorganisasi dengan baik yaitu:
1. Konsisten dengan tujuan sebuah Organisasi itu sendiri.
Jangan sampai tujuan organisasi ke kanan, tapi orang-orang yang berada didalam organisasi tersebut berlawanan. Itu hal yang paling tidak saya suka. seperti contoh:" Organisasi bertujuan menjadi biro sosial untuk orang-orang miskin, tetapi muatan didalamnya terubah oleh orang-orang dalam menjadi "SOSIAL+"baca: sosial plus.
2. Paham akan fungsi dan tugas dari jabatan yang kita duduki.
Terkadang kita tidak paham tugas dan fungsi jabatan kita, sehingga kita melakukan hal-hal yang tidak seharusnya kita kerjakan. Seperti tugas kita sebagai Sekretaris, tetapi kita malah membuat pembukuan keuangan yang bukan tugas kita. Hal demikian salah satu penyebab kericuhan antar pengurus yang bersangkutan sehingga roda organisasi terhambat.
3. Bisa memilah antara kebutuhan rumah tangga dengan organisasi.
Sepertinya hal yang ini selalu menjadi pengahalang bagi kita semua, karena hal yang ini adalah hal yang paling sangat menggangu akan aktifitas pribadi seseorang. Seharusnya bila kita ingin Organisasi berjalan dengan baik, maka kita mesti bisa mengatur waktu, tenaga, serta pemikiran kita sehingga kebutuhan Organisasi bisa tercapai dengan baik tanpa membuat Rumah Tangga hancur karnanya.
4. Penempatan jabatan kita disesuaikan dengan skill yang kita punya.
Jangan pernah merasa bahwa kita bisa ditempatkan dimana saja, karna hal demikian menjadi tolak ukur dalam penempatan posisi dimana kita akan berada. Tetapi kalaupun sifat anda demikian, maka sistemnya harus diobrolkan dengan pejabat-pejabat yang berada dalam posisi tersebut.( biar tidak ada sangkaan macem-macem).
5. Berpengang teguh dengan AD/ART yang dimiliki oleh organisasi tersebut.
Bila kita tahu akan AD/ART sebuah Organisasi, maka kita bisa lebih leluasa bergerak demi kemajuan Organisasi. Panduan yang ini terkadang tidak dipelajari oleh anggota organisasi, sehingga bila ada permasalahan selalu tidak berjalan dengan mulus.
Berorganisasi adalah suatu langkah menuju kepada pendewasaan yang terorganisir, hal ini dibuktikan oleh orang-orang yang sukses yang bermula dari berorganisasi. Tetapi kadang membuat kita merasa jadi angkuh akan ideologi kita sendiri. Perubahan watak secara tidak disadari terjadi dalam Organisasi, hal ini di akui oleh saya sendiri, yang mana perubahan yang terasa yaitu pada pola pikir serta kepribadian yang berbeda dengan orang tidak berada dalam jalur Organisasi.
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi siapa saja yang ingin mencoba berorganisasi yang baik.sekian dan terima kasih.
Hal demikian adalah penyebab suatu Organisasi tidak berjalan dengan sempurna atau bisa dikatakan "amburasut". Semestinya sebuah organisasi jangan disamakan dengan sebuah'GAPENSI,GAPEKNAS,CV,atau PT yang bisa meraih sebuah tender dari kegiatan yang menyangkut kemajuan Organisasi. Hal lain yang membuat suatu Organisasi menjadi kacau yaitu, ketidakprofesionalan dari sang pemegang jabatan akan tugasnya. Terkadang kerjaan yang bukan tugasnya selalu dia kerjakan, padahal kerjaan yang seharusnya dia kerjakan malah dia tidak kerjakan.
Ironis sich.. tapi kenyataan yang terjadi dilapangan seperti itu adanya. Namun apa kita mau membiarkan itu terjadi??sehingga Organisasi yang kita duduki tidak berfungsi sebagaimana mestinya?...
Oleh karena itu, hal yang paling harus diperhatikan bila kita ingin berorganisasi dengan baik yaitu:
1. Konsisten dengan tujuan sebuah Organisasi itu sendiri.
Jangan sampai tujuan organisasi ke kanan, tapi orang-orang yang berada didalam organisasi tersebut berlawanan. Itu hal yang paling tidak saya suka. seperti contoh:" Organisasi bertujuan menjadi biro sosial untuk orang-orang miskin, tetapi muatan didalamnya terubah oleh orang-orang dalam menjadi "SOSIAL+"baca: sosial plus.
2. Paham akan fungsi dan tugas dari jabatan yang kita duduki.
Terkadang kita tidak paham tugas dan fungsi jabatan kita, sehingga kita melakukan hal-hal yang tidak seharusnya kita kerjakan. Seperti tugas kita sebagai Sekretaris, tetapi kita malah membuat pembukuan keuangan yang bukan tugas kita. Hal demikian salah satu penyebab kericuhan antar pengurus yang bersangkutan sehingga roda organisasi terhambat.
3. Bisa memilah antara kebutuhan rumah tangga dengan organisasi.
Sepertinya hal yang ini selalu menjadi pengahalang bagi kita semua, karena hal yang ini adalah hal yang paling sangat menggangu akan aktifitas pribadi seseorang. Seharusnya bila kita ingin Organisasi berjalan dengan baik, maka kita mesti bisa mengatur waktu, tenaga, serta pemikiran kita sehingga kebutuhan Organisasi bisa tercapai dengan baik tanpa membuat Rumah Tangga hancur karnanya.
4. Penempatan jabatan kita disesuaikan dengan skill yang kita punya.
Jangan pernah merasa bahwa kita bisa ditempatkan dimana saja, karna hal demikian menjadi tolak ukur dalam penempatan posisi dimana kita akan berada. Tetapi kalaupun sifat anda demikian, maka sistemnya harus diobrolkan dengan pejabat-pejabat yang berada dalam posisi tersebut.( biar tidak ada sangkaan macem-macem).
5. Berpengang teguh dengan AD/ART yang dimiliki oleh organisasi tersebut.
Bila kita tahu akan AD/ART sebuah Organisasi, maka kita bisa lebih leluasa bergerak demi kemajuan Organisasi. Panduan yang ini terkadang tidak dipelajari oleh anggota organisasi, sehingga bila ada permasalahan selalu tidak berjalan dengan mulus.
Berorganisasi adalah suatu langkah menuju kepada pendewasaan yang terorganisir, hal ini dibuktikan oleh orang-orang yang sukses yang bermula dari berorganisasi. Tetapi kadang membuat kita merasa jadi angkuh akan ideologi kita sendiri. Perubahan watak secara tidak disadari terjadi dalam Organisasi, hal ini di akui oleh saya sendiri, yang mana perubahan yang terasa yaitu pada pola pikir serta kepribadian yang berbeda dengan orang tidak berada dalam jalur Organisasi.
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi siapa saja yang ingin mencoba berorganisasi yang baik.sekian dan terima kasih.
Langganan:
Postingan (Atom)